Perulangan memang bisa membosankan, tapi yang sering dikatakan oleh orang tua kita, bahwa practice makes perfect, memang benar. Tanyalah kepada mereka yang sedang mengasah skill menguasai piano, baru setelah mahir fingering lalu mereka beranjak ke skill yang lain.
Berikut ini 5 contoh praktis yang bisa anda mulai detik ini juga:
1. Gunakan Hanya Satu Lensa
Panjang focal lensa sangat berpengaruh pada bagaimana sebuah foto tampak secara visual . Dan cara terbaik untuk memahami sebuah lensa dan bagaimana dia akan mewujudkan visi foto kita adalah dengan memaksakan diri memakai lensa tersebut dalam periode waktu yang cukup.Idealnya, cukup gunakan 1 lensa prime selama sebulan misalnya. Kalaupun anda hanya punya lensa zoom, kunci-lah (atau selotip) lensa tersebut pada satu panjang focal.


Punya banyak lensa memang menguntungkan, namun kita jadi cenderung gampang gonta-ganti lensa tanpa kenal dan paham dengan sifat masing-masing lensa. Sementara ini jangan gonta-ganti lensa, gonta-ganti pacar saja (…plakkk).
2. Belajar Membuat Foto Hitam Putih
Meskipun warna juga merupakan elemen komposisi, seringkali warna terlalu mendominasi foto. Elemen lain seperti garis, pola, dan lainnya menjadi kabur dan susah di apresiasi. Singkirkan elemen warna dari foto dan kita akan “dipaksa” untuk menyusun foto dengan lebih hati-hati agar foto tetap tampak bagus.
Dan sekali kita menyadari harus memanfaatkan elemen lain selain warna (garis, tekstur, pola dll) , makin jeli mata kita mencari elemen-elemen komposisi tadi.
3. Mencari Pola Berulang

Pola/pattern secara gampang bisa diartikan sebagai pengulangan. Pengulangan disini bisa jadi adalah pengulangan bentuk, garis, warna, benda atau objek, dan pengulangan-nya dalam format yang teratur. Belfot telah menulis tentang pola berulang di sini.
4. Mencari Garis

Dalam foto, garis lurus yang terentang dari satu sisi foto ke sisi yang lain memberi rasa rasa aman. Sementara garis diagonal memberi kesan dinamis. Kurva, garis lengkung, memberi kesan dinamis, anggun dan luwes, serta kemungkinan besar, seksi.
Dalam foto landscape, kita sering melihat gabungan serasi antara garis lurus dan garis lengkung sehingga memberi kesan landscape yang anggun dan megah sekaligus. Elemen garis dalam komposisi dibahas di sini, sementara mengenai kurva disini.
5. Ruang Negatif

Ruang negatif kerap dimanfaatkan oleh fotografer untuk memperkuat objek utama. Luas dan sepi-nya ruang negatif membuat mata kita bisa ter-fokus pada objek utama yang jadi menonjol meski ukurannya kecil. Dengan memperkuat objek utama, sebuah foto menjadi lebih mudah dicerna dan dinikmati.
Selamat mencoba. Lakukan masing-masing langkah di atas satu persatu. Kuasai satu hal, baru beralih ke yang lain.
0 komentar:
Post a Comment